Home / Uncategorized / Tentang Demo dan Nasi Bungkus
Sumber: m.tempo.co
Sumber: m.tempo.co

Tentang Demo dan Nasi Bungkus

Pastikan Jum’at (4/11) besok Anda dalam keadaan kenyang, demo memang melelahkan dan sayangnya tidak semua demo dilengkapi nasi bungkus. Ingat, perut lapar bisa mempengaruhi kepala akhi.

Saya termasuk orang yang tidak percaya bahwa demo ini dibiayai hingga Rp 200 miliar, namun naif juga jika menganggap demo ini tanpa dana. Sewa bus, makan dan minum ribuan orang, hingga atribut demo kece yang dipakai bukanlah harga yang murah. Semoga yang membantu dana tidak ada niat jahat menunggangi dan yang menerima dana sebaiknya lebih transparan,  suatu saat jika ada mobil Hammer di depan rumah Anda, kami tidak akan berburuk sangka.

Demo besar memang sulit diprediksi, hanya saja jika belajar dari sejarah, demo dengan jumlah massa yang banyak tidak akan menyebabkan rusuh, lebih-lebih berakhir dengan pertumpahan darah. Toh jika ada konflik mungkin saja antar pemulung yang berebut sampah plastik sisa botol air mineral.

Himbauan selain nasi bungkus, jangan bawa anak-anak yang tidak paham masalah kita, biarkan saja mereka bermain kelereng atau tetap bersama ibunya. Nah, belajar dari demo kemarin usahakan tidak ada lagi yang menginjak rerumputan taman karena media selalu lebay melihat perilaku Anda.

Memang benar, himbauan NU (Nahdlatul Ulama) tidak akan efektif saat puja jihad dikumandangkan. Yang baper pasti senang melihat gejala perpecahan NU, tapi bukankah sejak lama NU tidak pernah seragam. Kyai-kyai mereka layaknya timbangan, beberapa orang akan mengingatkan kadernya saat berdiri di sisi kiri dan yang lain akan mendorong ke tengah saat yang lain ada disisi kanan. Maka perpecahan bagi mereka adalah sandiwara, mirip-mirip film india lah.

Kembali ke masalah demo, ini adalah harapan saya dan mungkin juga Anda, tentang penggunaan kata atau kalimat sadis dan provokatif yang tidak boleh ada lagi. Jangan biarkan media beralasan tidak menyiarkan aksi demo besar itu karena kalimat horor. Tetaplah menjaga nama baik para ulama yang turun lapangan.

Dari hati yang paling dalam saya salut pada Anda yang mampu mengorganisir, menciptakan propaganda masif. Ajakan demo dalam bentuk gambar dibuat secara profesional, mirip iklan film Hollywood yang ditempel di bioskop 21.

Salam….

Foto : m.tempo.co

About Holil Asyari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *