Home / Uncategorized / Rumpilnya Mencari Nama Bayi di Group WhatsApp

Rumpilnya Mencari Nama Bayi di Group WhatsApp

Seorang kawan pusing bukan kepalang lantaran suatu malam di percakapan grup WhatsApp ia disuguhi hampir ratusan nama bayi. Betapa indahnya, ia sebentar lagi menjadi seorang Ayah di umur yang masih muda. Sebagai calon Ayah yang baik, alumni mahasiswa sastra, jurnalis pula, setidaknya ia punya masukan untuk istri di rumah bahwa dia juga pandai memberi nama. Nama anak yang mendayu-dayu, yang gemulai, welas asih, dan easy listening.

Permintaan nama di grup WhatsApp malam itu memang membuat anggota yang kalau gak salah jumlahnya setara kelas belajar privat itu berpikir keras. Kayak mikir banget padahal ngasal. Si calon ayah memberi clue kalau anaknya akan lahir laki-laki. Lalu ia meminta saran pada  nama bayi putra berawal J. Entahlah, barangkali mengikuti rencana persalinan yang kemungkinan besar pada bulan Januari nanti. Biar sama-sama J gitu sih kayaknya. Kece banget!

Sontak, beberapa anggota ramai-ramai menimpali. Ada yang serius ada juga yang nggak. Seperti halnya memakai nama mirip-mirip Thailand, Jan Dara. Seperti nama-nama Sunda, Jujun Hidayat. Atau seperti nama filsuf, Jacques Derrida. Juga artis kenamaan Jeremy Tety.

Teman-teman di group itu memang kepalanya pada bebal. Sudah panjang sekali, sampai capek scroll ke bawah masih ada yang mengusulkan. Seperti nama Januar, Jojon, Junaedi, Julfikar, hingga Josh Martin

Si Ayah mungkin terlampau pusing malam itu. Akhirnya ia memberi clue yang kedua. Ia berharap punya nama anak yang Jawa banget, nggak ke-Arab-araban, dan mudah dilafalkan. Ia berharap nama yang sederhana, agar anaknya tidak terlampau bribet saat besar nanti dihadapkan orang-orang pencatatan sipil. Ia tidak mau anaknya akan mengucapkan berulang pelafalan kalau namanya rumpil macam Keiysa Salzabillah (K E I Y S A, jangan lupa ada Y-nya pak), Zulaekah Al Zufry (pakek Z pak, pakek Z) atau Kaiyla Nurruddin Jauwhari (doble R dan D loh pak, jangan salah ketik)

Ia bukan tak mau melampaui bentuk modernitas yang menjelma menjadi nama bayi atau ikut-ikutan orang lain. Ia benar-benar tak ingin bribet itu saja. Ia juga tak ingin anaknya nanti memiliki masalah atas dasar pelafalan nama.

Salah satu orang di group Whatsapp itu menyarankan si Ayah memakai nukilan nama yang ada pada Al-Quran. Alasannya agar banyak orang yang menyebutnya diam-diam dalam doa. Namun si Ayah tetap tak sepakat. Jika memakai nama ke-Arab-araban ia seperti melenceng dari leluhurnya. Ia tak mau merusak identitas itu. Apalagi ini untuk anak keturunannya. Maklum mereka semua didikan ala Western.

Si Ayah dalam hal ini masih kekeuh kalau nantinya ia menginginkan nama yang biasa saja. Yang mengedepankan Jawa, macam Ken Arok dan Ken Dedes. Atau mungkin macam Rengganis atau Saraswati. Nama-nama seperti ini sayangnya nggak ada di kepala anggota group.

Beberapa waktu lalu, nama-nama orang sempat menjadi viral di berita arus utama hingga lini masa. Masih ingatkah dengan nama Tuhan, seorang warga di Banyuwangi yang berusia 36 tahun. Namanya langsung melejit mengalahkan berita lainnya seperti perjuangan petani Kendeng melawan pembangunan pabrik Semen. Tidak hanya Tuhan, ada nama-nama lain yang unik dan menarik media arus utama untuk memuatnya. Misalnya nama Syaitan, Etika Silit Asin, Entah, Eek Slamet, Slamet Dunia Akhirat hingga Satria Baja Hitam. Ini menjadi fenomena bagi siapa saja untuk berpikir lebih dalam untuk menentukan sebuah nama.

Kembali ke grup tadi, kemungkinan di kepala anggota grup WhatsApp tak ada kamus Jawa Pepak, yang ada hanya berbau kefilsuf-filsufan. Belum ada yang memberi harapan nama baik, seorang anggota malah memberi info iklan. Telah hilang motor Satria tadi sore di belakang kampus UIN Malang. Ciri-ciri motor berwarna bla..bla..bla. Shit!

 Foto : theparentjournal.com

Arif Suhandha

Mencintai langit Sore dan musik asyik Banda Neira

About Arif Suhandha

Arif Suhandha
Mencintai langit Sore dan musik asyik Banda Neira

One comment

  1. Ahahaaa…

    Selalu saja menyenangkan, mengejutkan di akhir cerita. Lanyutkeun!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *