Home / Uncategorized / Harta yang Tiada Tara

Harta yang Tiada Tara

Ada yang tahu tugas seorang wartawan? Pasti sudah tahu semua, karena itu pertanyaan tidak penting sama sekali. Wartawan atau jurnalis setiap saat membuat berita. Berita yang diyakini berisi kepentingan orang banyak, sehingga harus bekerja sepenuh hati dan total. Padahal gajinya tidak seberapa, eh.

Ketika menjalankan ibadah jurnalistik, seorang jurnalis melakukan dengan khusyuk. Dia menjepret sana sini dengan angle yang kaya. Jurnalis  itu juga melakukan wawancara dengan narasumber yang kompeten dan merekamnya menggunakan gawai pintarnya.

Saat wawancara, banyak data liputan yang memenuhi unsur berita, seperti tragis dan human interetst. Apabila termuat di sebuah berita akan memicu simpati atau bantuan dari masyarakat yang melek media. Dia bangga dan tersenyum sepanjang jalan menuju kantor redaksi setelah dapat berita perang itu.

Hujan pun mendadak jatuh dengan deras. Angin pun tidak mau kalah. Jurnalis tadi memacu motornya kencang agar lekas sampai kantor. Akan tetapi hanya kurang 200 Meter sampai kantor, tuhan mengujinya dengan sebuah musibah. Cukup sederhana, dia berhenti untuk menambal ban, lalu menaruh tasnya di trotoar. Tak berselang lama, ada pencuri dengan cepat membawa tas warna hitam itu dengan motor. Jurnalis itu sempat mengejar dan meminta tolong ke orang-orang sekitarnya. Ada tukang ojek yang berusaha membututi pencuri, akan tetapi tukang ojek malah berkawan dengan pencuri.  Tasnya yang berisi kamera, dan gawainya raib dibawa maling.

Dia tak menaruh gawainya di saku celana. Kenapa? Dia menyakini kalau ditaruh celana, bisa mempengaruhi kualitas sperma karena pengaruh gelombang elektromagnetik. Sehingga menaruh gawainya di dalam tas.

Dia tertunduk lesu karena seperti prajurit yang dilucuti senjatanya. Jurnalis itu mencoba mengingat-ingat apakah ada jurnalis lain yang meliput perang tadi. Akan tetapi dia percaya itu liputan ekslusif, karena jurnalis yang lain tidak bisa masuk ke arena perang. Nasi sudah menjadi bubur, berita yang direncanakan menjadi headline itu hilang begitu saja.

Kalau masalahnya seperti itu, pemred tidak mau tahu, yang terpenting berita perang untuk esok hari harus ada, serta beritanya berbeda dari yang lain. Jurnalis tadi hanya bisa menitikkan air mata.

Saya juga memperhatikan itu, walau hanya setengah hati. Hidup di dunia gadget, saya masih membawa buku kecil di tas ransel. Kadang buku kecil itu saya masukan saku celana agar menjaga-jaga kalau tas saya hilang. Cadangan lain, kalau saya merekam wawancara, setelah itu filenya saya kirim email. Itu lagi-lagi agar tidak hilang ke negeri antah berantah. Hal yang senada dengan foto, kalau memotret dengan kamera. Sesegera mungkin memindah file foto ke komputer atau mengirim ke email.

Data saat liputan adalah harta yang tiada tara. Itu karunia tuhan yang tidak bisa dikalahkan apapun. Hanya didapat satu kali dalam satu kesempatan.

Foto : okezone.com

Aris Syaiful Anwar

Saya penulis baper

About Aris Syaiful Anwar

Aris Syaiful Anwar
Saya penulis baper

5 comments

  1. Dulu aku pernah telah mencari sejumlah gambar. Dan musibah terhapusnya berkas digital berupa video hilang.

    Untung saja, pemredku menyadari situasi tersebut.

  2. Warbiyasaaaa….
    Resiko pekerjaan.
    Ehtapi begini, menyoal tentang pencurian barang, tahun lalu kantong baju saya yang berada disebelah kiri paha, digerayangi sesosok tangan, mungkin maksud hati ingin mengambil hape saya, tapi tak dinyana, saya terasa. Berteriaklah saya, itu terjadi di daerah sekitar Tanabang, saat kedua tangan saya memegang plastik belanja ukuran besar, keduanya penuh dengan barang dagangan Kakak. Saat saya berteriak, semua orang menoleh, tapi tak bersuara atau bertindak apapun, saya berteriak sekali lagi, “Maling!!” untuk memastikan beberapa orang yang melihat saya mengerti apa yang sedang terjadi. Tapi tidak, semua orang diam saja. Saya hanya melihat si maling yang berada satu meter di belakang bokong saya dan bilang, “Jancok!!!”.

    Dengan heran, saya berlalu, menaiki tangga bis, yang sedari tadi menunggu. Hape tidak jadi berpindah tangan.

    *belum lunas kreditannya Njing!!

    😀 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *