Home / Uncategorized / Dongeng yang Kece Buat Orang Dewasa

Dongeng yang Kece Buat Orang Dewasa

Le Petit Prince, sebuah dongeng tentang pangeran cilik dari sebuah planet kecil jauh dari Bumi. Novel ini ditulis oleh Antoine De Saint-Exupery dan diterjemahkan oleh Henri Chambert-Loir. Buku dengan 120 halaman ini disertai dengan ilustrasi oleh pengarang serta cetakan ketujuh dari penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Le Petit Prince (pangeran cilik) ditulis oleh Antoine saat berada dalam pengasingan di Amerika antara tahun 1941 sampai 1943. Penulis menceritakan tentang perjalanan seorang pangeran cilik dari planet kecilnya menuju Bumi. Meskipun pangeran cilik merupakan tokoh utama, penceritaan dilakukan oleh pihak ketiga yaitu seorang pilot yang bertemu dengan pangeran cilik setelah terdampar di gurun pasir.

Selama perjalanan menuju bumi, pangeran cilik berkunjung di beberapa planet yang dihuni oleh bermacam-macam orang dewasa. Planet pertama yang ia hinggapi didiami oleh seorang raja. Bagi raja, semua orang selain dirinya adalah rakyatnya. Dan raja memiliki kekuasaan untuk memerintah segalanya, termasuk memerintah pangeran cilik untuk tidak pergi dari planet raja yang ia huni sendirian itu. Pangeran cilik menolak, tetap pergi meski raja mengangkat ia sebagai dutanya.

Planet kedua didiami oleh seorang yang sombong. Bagi orang sombong, semua orang selain dirinya adalah pengagum. Ia selalu membesar-besarkan dirinya dan bertanya kenapa pangeran cilik mengaguminya. Pembicaraan itu membuat pangeran cilik pergi meninggalkan orang yang merasa paling kaya dan bagus di planetnya yang sepi.

Planet ketiga, keempat, dan kelima secara berturut-turut didiami oleh pemabuk, pengusaha, dan penyulut lentera. Sama seperti raja dan orang sombong, ketiga orang itu memiliki pemikiran yang ganjil menurut pangeran cilik. Karenanya, pangeran meninggalkan mereka dan singgah di planet keenam yang dihuni oleh ahli ilmu bumi. Ahli ilmu bumi mencatat serta mengetahui di mana letak laut, sungai, kota, gunung, dan gurun pasir. Tapi ia tidak benar-benar mengetahuinya, karena ia bukan penjelajah. Ahli ilmu bumi kemudian menyarankan pangeran cilik untuk mengunjungi Bumi.

Sesampainya di bumi, pangeran  cilik mendarat di sebuah gurun pasir. Di sana, ia bertemu dengan ular kobra dan seorang pilot yang terdampar karena mesin pesawatnya mogok. Kepada pilot itulah, pangeran cilik menceritakan kisah perjalanannya, tiga gunung berapi setinggi lutut di planetnya, dan setangkai bunga mawar angkuh yang ia rindukan. Mawar itu, hanya memiliki empat duri murahan untuk melindungi dirinya dari dunia. Namun sikapnya kasar dan angkuh pada pangeran cilik. Ia selalu meminta pangeran menyiraminya dengan air setiap pagi dan melindunginya dari angin. Ia bahkan menolak menangis di depan pangeran saat pangeran cilik hendak pergi dari planetnya.

Jarak antara bumi dan planet asal pangeran cilik terlalu jauh. Sedang rindunya pada bunga mawar sudah tak tertahankan. Begitulah, alasan pangeran cilik menerima tawaran ular kobra untuk menggigitnya. Setelah digigit kobra, pangeran cilik pergi meninggalkan pilot yang sudah bersamanya selama sepekan di gurun pasir. Sang pilot sedih karena tidak akan lagi bisa mendengar tawa pangeran cilik dan pertanyaan-pertanyaan darinya.

Pangeran cilik meminta pilot memandang bintang saat ia merindukannya. Pangeran cilik tinggal di salah satu bintang yang mereka lihat dari bumi, saat bintang-bintang itu berkilat, saat itulah pangeran cilik tertawa. Meskipun tak bisa lagi bertemu pangeran cilik, pilot akan merasa senang melihat bintang-bintang. Bintang yang ia lihat mungkin sama saja dengan bintang yang dilihat orang lain. Namun pilot melihat tawa pangeran cilik di bintang-bintang itu, dan ia merasa senang. Begitulah, “yang membuat sesuatu tampak indah, tidak tampak di mata.”

Dongeng pangeran cilik memiliki alur cerita yang tenang mungkin akan sedikit membosankan bagi orang-orang dewasa yang lebih menyukai alur cerita yang menegangkan.  Namun isi cerita diperuntukkan bagi orang-orang dewasa, yang lupa dan lalai pada hal-hal sederhana tentang cinta, tanggungjawab, dan kekuasaan.

Untuk itu, buku ini saya rekomendasikan pada pembaca. Tak hanya kisah yang apik, setiap cerita mengandung makna, penuh pelajaran dan mengharukan. Buku ini bisa digunakan sebagai media penyampai nilai-nilai dasar tentang kehidupan pada anak kecil lewat dongeng. Bahasanya yang ringan dan ilustrasi pengarang yang membuat tulisan lebih berwarna akan menarik minat membaca anak kecil.

Foto : alliancefrancaise.org.sg

About Uswatun Hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *